Page 111 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 111
KEPING 8
“Itu lebih lucu lagi. Jadi, sekarang kita ribut gara-gara
memperebutkan perempuan yang bahkan tidak eksis!”
Reuben terbahak.
“Dan, kita ini homo!”
Mereka terpingkal-pingkal.
“Kayaknya kita butuh istirahat sebentar.”
“Setuju.”
Dari posisinya masing-masing, keduanya meregangkan
badan. Tak lama kemudian, Reuben melangkah ke dapur,
membuat secangkir kopi.
“Kamu tidak takut jantungmu meledak, ya? Coba, se kali-
sekali hitung ada berapa bekas cangkir itu.”
“Ah, toh kita semua bakal mati. Dan, aku tetap bangga
dengan jasadku yang sarat kafein,” sahut Reuben dari da pur.
“Tanah liang kuburmu nanti bisa orang-orang pakai buat
bikin kopi. Tinggal bekal air panas dan cangkir dari rumah.”
Sejenak mereka berdua kembali membumi. Reuben men-
cari-cari makanan kecil sambil meniupi kopi panas nya.
Dimas selonjoran sambil membaca majalah.
“Kamu nggak merasa buang-buang waktu baca ma alah
j
kosmopolis begitu?”
“Lighten up, Reuben. Aku, kan, masih ingin tahu dunia.”
“Ya, ya, ya. Aku memang si Serius yang membosan kan.”
Reuben ikut berselonjor. “Ada yang menarik dari dunia se-
lebritas kita?”
100

