Page 104 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 104

Bintang Jatuh

                                            j
           yang  hidup  tadi,  digerakkan  keju uran  yang  berontak  dari
           dalam sana. Terkutuklah Diva si Pelacur begitu ia mulai

           me munguti uang di atasnya.” Pe rempuan itu menunduk sam-
           bil memainkan ujung baju.
              Diakhiri suara kunci mobil berputar, Nanda memutus kan
           menghabisi kegaduhan alam pikirnya. “Yuk, kita tu run,” ia
           menggamit tangan Diva.







           Di kamar hotel yang sunyi, Nanda mendekap lembut tu buh
           Diva yang tergolek polos. Mumpung ia masih punya hak
           melakukannya.
              Uap keringat yang panas tadi tak membekas di hati.
           Sama sekali. Semuanya bahkan seperti mimpi buruk. Ia se-
           rasa bermimpi baru saja memperkosa ibunya, atau adik pe-
           rem puannya. Demi untuk bisa menyerahkan amplop itu.
              Nanda membenamkan wajahnya semakin dalam, teng-
           gelam dalam tengkuk Diva.
              Selelah orang disuruh menggusur gunung, ia pun tidak

           tahan lagi. Mulai menangis. Amat pelan. Lelah mencari
           bahasa yang sanggup mengungkapkan perasaannya. Lelah
           mendapati kenyataan bahwa bahasa yang ia cakapkan ha-
           nyalah angka.
              Andaikan ia mampu mengganti isi amplop itu dengan
           surat cinta. Surat penuh syukur. Tanpa perlu satu pun hu ruf.




                                                                  93
   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109