Page 147 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 147

KEPING 12


             Suara Gio nyaris tidak terdengar, “Saya nggak punya
           pacar.”

             “Potongan kayak kamu nggak punya pacar?” Diva ter-
           belalak.
             “Maksudnya, nggak pernah ada yang serius. Malah ham-
           pir nggak ada.” Suara Gio semakin pelan.
             “Oh, ya? Kenapa?” Diva duduk santai sambil menyi lang-

           kan kaki.
             “Saya nggak ada waktu.”
             “Kerja?”
             “Ekspedisi. Naik gunung. Rafting. Kalau lagi santai pun,
           biasanya saya pergi hiking.”
             “Bertualang,” desis Diva, duduknya menegak. “Pernah ke
           mana saja?”
             Sorot mata Gio berubah. Sesuatu yang dihikmatinya telah

           disentuh. Dan, dengan semangat ia lalu mencerita kan sederet
           pengalamannya. Dari mulai mendaki gunung dan menyusur
           sungai dalam negeri, sampai mulai meram bah ke tiga rang-
           kai sungai: Yuat, Watut, dan Waghi di Papua Nugini. Sete-
           lah itu, Gio hampir tidak pernah pu lang, bumi terlalu luas

           untuk didiamkan. Ia mulai hiking ke Tiger Leap Gorge di
           China, mencoba Gletser Rekiak di Tibet, dan menemukan
           makna profesionalisme dalam bertualang. Ia adalah penakluk
           sungai, penakluk gunung, bermain-main di batas pencapaian
           manusia menyentuhkan jejaknya atas alam. Sampai akhirnya
           sekarang ia menjadi anggota ekspedisi internasional Sobek.



           136
   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152