Page 31 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 31

KEPING 1


             Dimas cuma tersenyum. “Kesatria dan putri. Klasik, kan?”
             “Lalu, adakah tempat buat pasangan seperti kita di ne geri

           dongeng, my love?” Reuben meneruskan olok-olok nya.
             “Ya, nggaklah. Cuma sejarah yang layak memuat kita
           berdua, pengikut-pengikut Socrates. Buat apa lagi negeri do-
           ngeng?”
             Kedua pria itu duduk berhadapan. Kehangatan terpan car

           dari mata mereka. Tidak lagi bergejolak, tetapi hangat. Ha-
           ngat yang tampaknya kekal. Bukankah itu yang semua orang
           cari? 






































           20
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36