Page 34 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 34
Kesatria
“Aku nggak yakin,” Re terkekeh.
“Yang jelas, besok kita bebas clubbing kalau kamu ber-
minat.”
“Lihat besok. Oke?”
Re cepat menyudahi pembicaraan itu. Ia ingin buru-buru
bersantai.
Berada di bawah kucuran shower, Re berdiri, memandangi
tetesan-tetesan air yang bercahaya keperakan. Melamun. Sa-
tu hal yang dulu tidak pernah dilakukannya. Tidak de ngan
pikirannya yang selalu padat dan terfokus. Namun, malam
ini sudah lain. Begitu juga malam-malam terakhir selama
sebulan ini. Alé pasti tertawa kalau tahu ia sudah bisa me-
lamun lagi.
Rana. Re menuliskan nama itu di pintu kaca yang pe nuh
uap. Mendapati dirinya seperti anak remaja yang ja tuh cinta
dan selalu ingin menuliskan nama pujaannya di mana-mana.
Ia bohong pada Alé. Ia tak menyentuh pekerjaannya sama
sekali. Karena Rana, secara tidak langsung, ia kem bali
meng hargai betapa nyamannya berdiam dalam kaus oblong
dan celana pendek, menonton acara televisi, mem buat teh
ha ngat, sekali-kali memainkan dumbbell sambil baca majalah.
Badan yang santai, pikiran yang santai, me mampukannya
un tuk melamunkan Rana lebih intensif.
23

