Page 29 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 29

KEPING 1


             “Yang jelas, dia harus pintar dan sukses. Bukan sukses
           pemberian. Dan, dia juga harus diberi suasana pekerjaan

           yang berkonflik. Sesuatu yang menekan.”
             “Multinational corporation. Apa lagi?” Dimas mengang kat
           bahu. “Sesukses apa dia?”
             “Sukses dengan ‘S’  kapital!  Cream of the crop. Kasih dia
           jabatan tertinggi. Tekanannya lebih besar lagi, kan?”

             “Padahal, sesungguhnya dia berjiwa pujangga.”
             “Dimas!” protes Reuben.
             “Sebentar  dulu,  itu  justru  akan  membuat  segalanya  me-
           narik. Katakanlah, sebuah konflik masa kecil akhirnya me-
           mi sahkan dia dengan talenta alamiahnya, menjadikan dia
           robot sukses tapi hampa. Sampai akhirnya, semua ber balik
           ketika dia menemukan sang putri. Di situlah esensi cinta
           akan dipertanyakan! Bayangkan sebuah kom puter canggih

           yang superteratur, tiba-tiba kacau akibat disusupi virus alien.
           Sementara mereka terjebak kondisi yang tidak memung kin-
           kan pula. Tidak juga tersedia Nor ton Anti Virus. Siapa yang
           harus disalahkan? Tidakkah se mua per tanyaan mengenai
           ham pir segalanya akan ter godok sampai mendidih? Lalu me-

           ledak?” papar Dimas menggebu-gebu.
             Reuben langsung tertarik. Ia tahu persis, sebuah sis tem
           yang overloaded akan mencapai titik bifurkasi di mana ca bang
           baru akan terbuka. Persis seperti cerita klasik tentang Epi-

           me nides, seorang Kreta, yang memberi per nyataan, “Se mua
           orang Kreta pembohong.” Dan, ketika di mun cul kan per ta-



           18
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34