Page 33 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 33
KEPING 2
Telepon rumahnya berdering. Tergopoh-gopoh ia berlari
ke dalam.
“Halo? Yah, Alé lagi. Kirain siapa.”
Sahabatnya, Rafael, yang selalu Re panggil dengan nama
kecilnya, Alé, tertawa di ujung sana. “Halo, Re. Mau jalan
malam ini?”
“Nggak, makasih. Kerjaan banyak. Aku malas kalau ha-
rus berurusan lagi dengan dia minggu ini.”
“Si Kunyuk Bule?”
“Yup. Mantan Vice President-mu itu. Kena kutuk apa, ya,
perusahaan ini? Kok, bisa-bisanya dia direkrut jadi Regional
President. Aku harus report ke dia langsung lagi, every fucking
month.”
“But, thank God tomorrow’s Friday. Right?”
“Apa bedanya? Bakal ada Senin sampai Jumat lagi. Kans
bertemu Kunyuk Albino itu tetap sama. Dia masih ba kalan
di sini seminggu penuh,” tutur Re setengah menggerutu.
“Aku iri denganmu. Kadang-kadang aku berpikir untuk ke-
luar saja, lalu buka bengkel juga. Tidak ada lagi hierarki.
Tidak ada lagi rapat-rapat panjang.”
“Tahi kambing. Omong kosong besar! Akui saja, Re,
kamu menikmati kesibukanmu. Dan, kamu memang pro-
fesional sejati. Kamu itu kutu loncat MNC, sama kayak si
Kunyuk. Taruhan, begitu kamu menempati posisiku, aku
ya kin kamu malah kangen ingin balik ke kantor. Ke rapat-
rapat panjang itu.”
22

