Page 26 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 26
Yang ada HanYalaH ada
“Reuben, sudahlah. Ide kamu kemarin itu terlalu ma hal,
butuh riset lama, dan, maaf, tidak akan menarik. Bisa jadi
hand-out kuliah saja sudah bagus. Kita butuh ke masan yang
populis supaya karya ini bisa dibaca banyak orang. Sebuah
roman sains, yang romantis, sekaligus puitis. Sepa kat?”
Reuben cuma mengangkat alis, menyusul memasang
kacamatanya. Siap menulis catatan.
“Baik,” Dimas kembali memulai, “kita akan membung-
kusnya dalam kisah cinta yang bukan biasa-biasa, kontro-
versial, ada pertentangan nilai moral dan sosial.”
“Let me guess, pasangan homoseksual?”
“Bukan. Isu itu masih terlalu minor untuk masyarakat
kita. Aku ingin mengambil pasangan hetero, tapi memi liki
rintangan besar, misal, yang satu sudah menikah.”
“Klise. Tapi, harus kuakui, banyak dimensi di sana. Aga-
ma, moralitas, institusi. Hmmm. Okelah, aku setuju.”
“Menurutmu, yang sudah menikahnya lebih baik si pria
atau si wanita?”
“Wanita,” jawab Reuben tegas. “Kalau pria, orang de ngan
gampang menyudutkan dengan dalih “laki-laki bu aya” atau
“ceweknya kegatelan”. Poligami juga bisa da pat pembenaran
agama. Nggak ada konflik.”
“A/S/L?” 7
7
Age, sex, location.
15

