Page 38 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 38

Kesatria

              Banyak yang mengira ia menjalani kehidupan jet set, ber-
           gelimang perempuan cantik dan pesta-pesta gila. Apa yang

           dibayangkan kebanyakan orang  jauh berbeda dengan apa
           yang sesungguhnya ia jalani.
              Ia selalu mendapatkan fasilitas nomor satu. Terbang de-
           ngan first class, mobil dinas setidaknya harga lima ratus juta-
           an, dan akomodasinya hampir selalu bintang lima. Na mun, ia

           melewati semuanya dalam keadaan berpikir, membuka-buka
           lembaran faks, menerima laporan ini-itu, telepon dari sana
           sini yang tak mengizinkannya menikmati pemandangan jalan.
              Perempuan cantik ada di mana-mana. Lebih dari tiga
           lusin yang pernah ditawarkan untuk “dipakai”. Ia menyapa
           semuanya dengan ramah atau hanya memandangi dari jauh.
           Terlalu banyak pekerjaan yang tak bisa ditunda.
              Pesta-pesta gila. Mungkin ada. Dan, ia sudah mengun-

           jungi  puluhan pesta. Tapi, sebelum pesta-pesta itu menjadi
           benar-benar gila, ia sudah tidak ada di sana. Re harus meng-
           atur energinya untuk hari esok.
              Namun, dari semua pagi yang ia jalani di kantor, Re ha-
           rus mengakui pagi satu itu memang lain. Ia sudah me rasa-

           kannya. Pagi yang menjadi kunci pertemuan pertama nya
           dengan Rana.
              Re agak kaget ketika mendapati jadwal tiga jam per ta ma nya
           pagi itu kosong. Ia bertanya lagi kepada sekretaris nya, “Irma,
           kamu yakin saya nggak ada appointment apa-apa pagi ini?”
              “Tidak ada, Pak.”



                                                                  27
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43