Page 43 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 43

KEPING 2


           perempuan. Artikel ini ingin menambahkan bahan bagi
           mereka untuk bermimpi. Mendekatkan mereka pada impian-

           nya. Itu saja,” jelas Rana diiringi tawa kecil.
             “Oh, jadi di tengah masyarakat yang krisis produktivi tas
           ini, Anda dan majalah Anda malah mendorong orang-orang
           untuk bermimpi siang bolong?”
             Wajah lucu itu langsung mengeras. “Di antara kepa datan

           aktivitas Anda, pernahkah Anda menyempatkan diri untuk
           berkhayal, melamun?” Rana balik bertanya, garang.
             “Syukurnya, tidak.”
             “Manusia bermimpi tidak hanya waktu ia tidur. Me nurut
           saya, mimpi merupakan bentuk lain dari kreativitas. Menjadi
           kreatif tidak kenal siang atau malam. Ada banyak pekerjaan
           yang masih punya ruang untuk inspirasi, tapi banyak juga
           pekerjaan yang menyita segalanya. Pekerjaan tanpa mimpi,

           atau tanpa waktu untuk bermimpi, adalah pekerjaan robot.
           Bukan manusia,” tandas Rana berapi-api.
             Wajah Re tidak menunjukkan reaksi, lain dengan hati nya
           yang tertusuk. “Barusan pertanyaan pertama Anda?” tanya-
           nya datar.

             Diam-diam Rana menyesal. Begitu cepatnya ia terpan cing.
             “Mengapa kupu-kupu?”
             Lagi-lagi Rana tidak siap. Ia mulai bingung, siapa me wa-
           wancarai siapa. Bahkan, alat perekamnya belum dinyala kan.
           Di balik penampilannya yang serba-charming, orang ini
           begitu provokatif.



           32
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48