Page 53 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 53
KEPING 2
orang yang mampu berkomitmen tinggi soal cinta karena
saya sendiri nggak pernah punya hubungan serius.”
“Nggak sempat, maksud kamu?”
“Tepat! Itu faktor utama!” Re tergelak.
“Separah itukah?”
Tawanya menghilang seketika. “Sepatutnyakah itu di sebut
parah?” Re bertanya sungguh-sungguh.
“Bukannya gitu?” Rana pun terheran-heran. “Dengan pe-
kerjaan yang rawan stres, masa kamu nggak kepingin punya
seseorang yang bisa bikin kamu nyaman? Seseorang yang
bisa memasakkan kamu makan malam, diajak ke bioskop,
jalan-jalan, shopping—”
“Sebentar, sebentar,” potong Re, “satu-satu dulu. Per tama,
saya nggak suka shopping. Untuk jalan-jalan atau nonton,
saya punya beberapa sahabat yang bisa diajak per gi. Saya pu-
nya pembantu di rumah yang jago masak, well, saya sendiri
lebih sering makan di luar. Dan, saya pikir saya punya ke-
mampuan independen untuk menciptakan rasa nyaman.
Tapi, TAPI, kalau ternyata ada satu orang yang bisa men-
jalankan semua fungsi itu sekaligus, hmmm, boleh juga.” Ia
tersenyum. “Itukah alasan kamu menikah, Rana? Karena
menemukan paket all in one?”
“Kira-kira, iya.” Nada bicaranya semakin mirip balon gas
lepas. Mengapung tanpa arah.
“Tapi, nggak seperti apa yang kamu bayangkan?”
42

