Page 49 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 49
KEPING 2
Lagi-lagi, Re tak cepat puas. Ia menanyakan mengenai
dongeng lain yang lebih sedih lagi. Ternyata tidak ada, atau
Oma yang tidak tahu. Opa juga tidak.
Cerita mengenai serdadu timpang yang jatuh cinta kepada
penari balet? Tidak, keduanya saling mencintai. Ti dak ada
pengkhianatan. Ia jatuh ke api karena kehi langan keseim-
bangan. Cerita putri duyung yang akhirnya berubah jadi
buih? Tidak, ia termakan sumpahnya sendiri. Pa nge ran yang
dicintainya pun tidak lantas direbut oleh si Penyihir.
Suara kecilnya berkata lirih, “Aku ingin jadi Kesatria,
Oma.” Namun, ketika ditanya, untuk apa? Re tidak bisa
j
men awab. Pada usianya, begitu banyak keterbatasan kata
yang menghambatnya bercerita. Ia ingin membalikkan ki sah
itu. Membuat Bintang Jatuh benar-benar jatuh ke jurang
galaksi yang paling dalam. Ia ingin Putri itu me nyadari
bahwa sang Kesatrialah yang terbaik, yang telah keluar dari
kastelnya yang nyaman demi bisa terbang, yang mau mem-
pertaruhkan nyawa sekadar untuk ber temu.
Tidakkah ada yang melihat? Betapa ketulusan bisa men-
jadi teramat konyol. Hasrat yang berlebih tanpa per siapan
bisa berakibat fatal. Percaya membabi buta pada pihak asing
bisa jadi senjata makan tuan. Strategi. Keman dirian. Itu dia
kuncinya.
Re melihat itu semua tanpa bisa mengungkapkan.
Oma lalu membelai rambutnya. “Re yang manis, umurmu
masih sepuluh tahun,” katanya. “Kamu belum cukup besar
38

