Page 48 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 48

Kesatria

                        Bintang Jatuh melongok ke bawah,
                dan ia pun melihat sesosok putri cantik yang kesepian.

             Bersinar bagaikan gugus Orion di tengah kelamnya galaksi.
                                Ia pun jatuh hati.
                  Dilepaskannya genggaman itu. Sewujud nyawa
                       yang terbentuk atas cinta dan percaya.
                       Kesatria melesat menuju kehancuran.
                     Sementara sang Bintang mendarat turun
                           untuk dapatkan sang Putri.

                              Kesatria yang malang.
               Sebagai balasannya, di langit kutub dilukiskan aurora.
              Untuk mengenang kehalusan dan ketulusan hati Kesatria.

              Mata Re berkaca-kaca, ada kepedihan yang tak bisa di-
           jelaskan. Untuk kali pertama ia menangis bukan karena

           jatuh dari sepeda atau pohon jambu. Bukan karena digigit
           anjing atau semut rangrang.
              Malam itu, ia berkeluh kesah kepada neneknya, bercelo-
           teh mengenai ketidakadilan cerita itu. Bagaimana mungkin
           ketu lusan Kesatria dihargai hanya dengan aurora. Me mang-
           nya aurora itu apa? Sebagus apa pula ia?
              Neneknya menenangkan. “Itu hanya dongeng,” bujuknya.
           “Satu dongeng sedih yang tak sengaja kamu temukan. Ma sih
           banyak dongeng-dongeng lain yang berakhir bahagia.”

              Sayangnya, Re tak cepat percaya. Sampai akhirnya, Oma
           terpaksa menceritakan puluhan dongeng yang ber akhir
           bahagia, semalam suntuk.


                                                                  37
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53