Page 220 - Supernova 4, Partikel
P. 220

kandidat yang siap, sekeras apa pun keinginan kita, ritual tidak akan pernah terjadi. Akan
        selalu ada penghalang,” tutur Hawkeye.

          “Saya mengerti.”

          “Zarah…  pernahkah  kamu  terpikir….”  Pak  Simon  seperti  mengurungkan  kembali
        niatnya bicara. Wajahnya seperti terbebani.

          “Kamu pernah terpikir kemungkinan ayahmu tidak hidup lagi?” tanyanya hati-hati.

          “Setiap hari, Pak,” jawabku. “Setiap hari saya berpikir kemungkinan itu pasti ada.”

          “Ada  satu  enteogen.  Karakternya  beda  dengan  yang  lain.  Yang  satu  ini  spesifik.

        Tanaman ini bisa mempertemukan kita dengan mereka yang sudah mati. Namanya—”

          “Iboga,” sela Hawkeye.

          “Ini intuisiku saja, dan kamu boleh tidak setuju,” kata Pak Simon kepadaku. “Kalau kita
        sama-sama ingin mengeksplorasi pencarian ayahmu lewat jalur ini, saya rasa Iboga adalah
        enteogen pertama yang harus kamu coba. Karena, kalau—”

          “Saya mengerti, Pak,” potongku. “Kalau ternyata lewat Iboga saya dipertemukan dengan
        Ayah, itu artinya dia sudah meninggal, dan pencarian saya selesai.”

          Pak Simon diam menatapku.

          “Saya siap,” kataku.

          Hawkeye melirikku sekali lagi, seakan memastikan bahwa pengorbanan waktunya tidak

        akan sia-sia.

          “Satu minggu, Simon,” ucap Hawkeye tiba-tiba.

          “Kamu bisa tinggal satu minggu?” Pak Simon menganga. “Bagaimana dengan Burning
        Man?”

          “Seperti yang saya bilang. Yang lebih penting adalah saya merasa terpanggil atau tidak. I
        am now,” tandas Hawkeye.

          Pak Simon tersenyum cerah, “I’m forever grateful, my brother.”

          Hawkeye  menepuk  bahu  Pak  Simon.  “Sampai  nanti  malam,  Zarah,”  ujarnya  seraya
        bangkit berdiri, “I’m going to take a walk in the woods.”

          “Robert will arrange for your stay!” seru Pak Simon.


          Hawkeye hanya melambaikan tangan dan terus berjalan keluar.

                                                                                                               9.

        Malam terasa hadir lebih cepat. Terutama bagi mereka yang gelisah. Seperti aku.

          Begitu Hawkeye mengiyakan menjadi syaman bagiku, ada yang terasa berubah dengan
        waktu.  Dengan  semuanya.  Seolah  ritual  itu  sudah  dimulai.  Kami  bertiga  lebih  banyak
        menghabiskan waktu bersama, dalam ruangan yang sama, sekaligus lebih banyak diam.

          Hawkeye hampir selalu terlihat duduk bermeditasi. Sementara aku diam menontoninya.
   215   216   217   218   219   220   221   222   223   224   225