Page 215 - Supernova 4, Partikel
P. 215

“Saya bercita-cita mengajak Firas ke lokasi crop circle. Ayahmu pernah cerita, di bukit
        rahasia tempat laboratoriumnya itu, dia menemukan anomali elektromagnetis dan anomali
        tingkat radiasi. Waktu saya baca, saya langsung ingat crop circle. Semua yang ayahmu
        tulis mirip ciri-cirinya.”

          Penuturan Pak Simon membulatkan kesimpulan dalam benakku.

          Setelah lebih kurang setengah jam, kami berangkat ke lokasi crop circle yang kedua.

        Lokasi kedua ini cukup jauh. Kami harus berkendara hampir sejam untuk mencapainya.
        Tepatnya, hingga ke daerah Hampshire.

          “Pasti ada yang khusus,” bisik Pak Simon. “Crop circle di Wiltshire itu banyak. Kalau
        hanya untuk cari yang bagus, kita nggak perlu sampai sejauh ini.”

          Kecurigaan  Pak  Simon  tidak  salah.  Moore  membawa  kami  ke  sebuah  lokasi  yang
        menjadi perbincangan hangat di kalangan peneliti crop circle.




        Usia crop circle kedua  ini  lebih  awal  beberapa  minggu.  Perbedaan  usia  itu  juga  kami

        rasakan  langsung.  Efeknya  terhadap  fisik  kami  jauh  lebih  lemah  dibandingkan  waktu
        mengunjungi lokasi yang pertama.

          Formasi di lokasi kedua ini dikenal dengan sebutan The Alien Face. Dari namanya, jelas
        terungkap bahwa objek yang digambar adalah wajah alien. Ini merupakan hal tidak lazim
        meski menurut Moore bukan hanya sekali ini muncul crop circle bergambar wajah. The
        Alien  Face  menggambarkan  wajah  alien  sebagaimana  yang  biasa  ditampilkan  lewat

        media. Kepala botak, membulat besar di bagian puncak, mata bundar. Di sampingnya, ada
        semacam cakram dengan kode-kode terukir di atasnya. Bagi Moore, cakram itulah bagian
        yang menarik.

          Sebagai peneliti crop circle, Moore biasa meneliti makna dan kode dari setiap formasi.
        Ia, dan peneliti lainnya yang tersebar di berbagai tempat dunia, akan berkorespondensi,
        lalu sama-sama meneliti dan bertukar opini masing-masing.

          Salah  seorang  kolega  Moore  menemukan  bahwa  cakram  tersebut  mengandung  kode

                                                                                 3
        biner  yang  ketika  diterjemahkan  memakai  karakter  ASCII   maka  muncullah  pesan:
        Berhati-hatilah dengan mereka yang membawa pesan palsu dan janji ingkar. Percayalah.
        Ada kebaikan di luar sana. Kami menentang kepalsuan.


          Seusai bercerita, Moore mendatangi Pak Simon. Dengan wajah serius ia bertanya, “Apa
        menurutmu tentang lokasi ini, Simon? Ada yang mencurigakan?”

          “It doesn’t have a ‘wow’ factor,” jawab Pak Simon tegas.

          “I thought so,” Moore menghela napas. “I feel wonky about this one. Tapi, saya ingin
        kasih pengalaman yang berbeda-beda bagi para peminat crop circle, makanya saya bawa
        kemari.”

          “Selama ini crop circle selalu memakai kode matematis yang universal. Kenapa, kok, di
        sini mereka pakai karakter ASCII?” ujar Pak Simon lagi.
   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219   220