Page 49 - Supernova 4, Partikel
P. 49

Aku  tahu,  sebagaimana  orang-orang  di  sini  tahu,  Bukit  Jambul  adalah  kunci.  Kami
        hanya mencari lewat lubang kunci yang berbeda. Aku tak kenal satu pun “orang pintar”
        dan  aku  rasa  “orang  pintar”  paling  pintar  pun  tak  akan  bisa  menemukan  Ayah.  Satu-
        satunya jalur yang bisa, dan sudah ada di tanganku, adalah tulisan-tulisan Ayah sendiri.
        Jurnal-jurnalnya. Namun, kendala terbesar adalah memahami isinya.

          Dari  umur  dua  hingga  dua  belas,  aku  ditempa  lewat  sekolah  informal  ala  Firas  sang

        ilmuwan.  Jika  jurnalnya  masih  berhubungan  dengan  anatomi  tumbuhan,  analisis  teknis
        mengenai fungi, aku bisa mengikuti meski terbatas. Sementara itu, dalam carikan-carikan
        kertas  itu,  Ayah  menyimpan  banyak  kisah  dan  pengalaman  yang  serba-asing  dan  tak
        terduga-duga, bahkan bagiku yang mengikutinya hampir setiap hari.

          Jurnal  pertama  ditulis  Ayah  sejak  petualangan  pertamanya  menembus  Bukit  Jambul.
        Inilah jurnal yang paling bisa kumengerti karena isinya kebanyakan hanya catatan tentang
        nama  tanaman  dan  fungi.  Yang  paling  menarik  dari  jurnal  pertama  ini  adalah  daftar

        anomali yang ia temukan di puncak bukit. Ia menuliskan antara lain:

          Alat  rakitanku  selesai.  Terlalu  sederhana.  Tapi,  alat  itu  sudah  bisa  mendeteksi
        gelombang  listrik.  Aku  membuat  uji  coba  di  sekitar  kabel  listrik  dan  alat  elektronik.
        Berhasil.

          Catatan itu bersambung lagi: Sirkuit akhirnya kuganti. Lebih sensitif. Sudah kuuji coba
        di  tanaman  dan  manusia.  Berhasil.  Alat  itu  sekarang  cukup  sensitif  menangkap
        gelombang listrik makhluk hidup.

          Bagian berikutnya: Aku  mengetes  daerah  puncak.  Mengerikan.  Tidak  ada  gelombang

        listrik tertangkap. Zero point. Ada efek earthing yang kuat tiap aku masuk ke lingkaran.
        Padahal, di daerah sekitarnya normal. Hasil uji coba setiap hari sama 100%. Konstan.

          Di  bagian  penutup,  Ayah  menulis:  Aku  curiga,  fenomena  crop  circle  terjadi  karena
        prinsip yang sama. Prosesnya mengingatkanku pada gelombang mikro yang dihasilkan
        magnetron  pada  oven  microwave.  Tanaman  di  bibir  lingkaran  batangnya  memuai,
        dehidrasi.  Sebagian  menunjukkan  gangguan  pertumbuhan.  Detektor  infrared  juga
        menunjukkan  perbedaan  panas  antara  tanaman  di  bibir  lingkaran  dengan  tanaman

        sekelilingnya. Kandungan air di puncak bukit ekstrem lebih rendah dibandingkan tanah
        sekitar.  Ini  menjelaskan  mengapa  tidak  ada  tanaman  yang  berhasil  tumbuh  di  puncak.
        Aktivitas  portal  terang-terangan  mengisap  kandungan  air  tanah  sebagai  kompensasi
        panas yang tinggi.

          Pada jurnal kedualah terjadi perubahan besar. Ayah menulis topik-topik di luar bidang
        ilmunya.  Jurnal  kedua  ini  rangkuman  dari  riset  pustakanya  tentang  legenda  manusia
        pertama.  Dia  bicara  bukan  soal  evolusi  Darwin,  melainkan  legenda  manusia  bernama

        Adam dan Hawa dari berbagai versi. Ia menulis tentang Eden, tentang Malaikat Shemyaza
        yang  dikenal  dengan  banyak  nama,  salah  satunya  Azazel,  sosok  yang  dikenal  sebagai
        penggoda Hawa dengan buah pengetahuan dalam samaran seekor ular. Ia menulis tentang
        ras  raksasa  bernama  Nefilim,  tentang  ras  misterius  yang  dikenal  dengan  sebutan  Para
        Pengawas.  Semua  itu  topik  asing  bagiku.  Aku  hanya  bisa  memastikan,  dari  cara  Ayah

        menulis, jelas terbaca ketertarikannya yang mendalam.
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54