Page 55 - Supernova 4, Partikel
P. 55

pengaruh buruk buat teman-temannya.”

          Akan  tetapi,  teman-teman  kelasku  sudah  kadung  penasaran.  Mereka  tak  berhenti
        bertanya-tanya.

          “Kamu ibadah di mana dong, Zarah?”

          “Di kebun.”

          “Sembahyang di alam terbuka, maksudnya?”

          Aku mengangguk.

          “Jangan-jangan, kamu sebetulnya aliran animisme-dinamisme gitu, ya?”

          Apa pula itu? Aku mengangguk saja.

          “Kamu menyembah apa?”

          “Jamur.”


          Semenjak hari itu mereka menganggapku sinting. Keuntungan di pihakku, karena teror
        pertanyaan mereka mereda. Tetapi, masalah tidak berhenti.

          Suatu hari waktu pelajaran Agama, guru kami, Bu Aminah, menjelaskan tentang Adam
        dan  Hawa,  manusia-manusia  pertama  di  Bumi;  bagaimana  Adam  dibuat  dari  tanah  liat
        kering dan lumpur hitam, lalu diembuskanlah ruh Allah ke dalamnya sehingga Adam jadi
        bernyawa. Hawa, diciptakan dari tulang rusuk Adam. Allah pun menggariskan, Adam dan
        keturunannya ditakdirkan menjadi penguasa Bumi.

          Iblis  menolak  tunduk  kepada  Adam.  Ia  memutuskan  untuk  menggoda  manusia,

        menggiring mereka ke sebuah pohon dengan buah terlarang. Satu-satunya buah di Taman
        Firdaus yang dititahkan Allah untuk tidak dimakan Adam dan Hawa.

          Mengetahui konsekuensi yang akan diterima Adam jika ia melanggar perintah itu, iblis
        berniat menyesatkan Adam dan Hawa. Iblis menipu mereka dengan mengatakan bahwa
        memakan buah itu akan menjadikan Adam dan Hawa hidup kekal seperti Allah. Adam
        dan  Hawa  pun  tergoda  lalu  memakannya.  Atas  pelanggaran  tersebut,  Adam  dan  Hawa
        keluar dari Firdaus.


          Aku, yang terkantuk-kantuk di pojok sendirian, mendadak melek mendengar kisah itu.
        Legenda  manusia  pertama  adalah  tema  besar  di  jurnal  kedua  Ayah.  Langsung  aku
        mengacungkan tangan.

          “Ya, Zarah?” sahut Bu Aminah.

          “Saya pernah baca beberapa versi lain, Bu.”

          “Versi lain?” Bu Aminah membelalak. “Tidak pernah ada versi lain,” tegasnya.

          “Kalau  yang  saya  tahu  begini,  Bu.  Kenapa  missing link  dari  kera  ke  manusia  belum
        ketemu-ketemu  sampai  hari  ini?  Karena  kita  diduga  hasil  hibrida  dengan  makhluk
        ekstraterestrial,  Bu.  Makanya  ada  loncatan  genetika  yang  tidak  terpecahkan  sampai

        sekarang. Ceritanya begini, makhluk ekstraterestrial itu datang dari planetnya yang krisis.
        Mereka butuh logam emas. Lalu, mereka ke Bumi karena ingin menambang emas di sini.
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60