Page 56 - Supernova 4, Partikel
P. 56

Nah,  untuk  itu  mereka  butuh  pekerja.  Mereka  membuat  percobaan  dengan  bermacam-
        macam  spesies  di  sini,  termasuk  Homo  erectus.  Dari  sekian  banyak  percobaan  itu,
        akhirnya satu berhasil. Jadilah kita. Kita gabungan dari tiga spesies, Bu. Homo erectus,
        makhluk gigantis ras Nefilim dari planet Nibiru, dan makhluk ekstraterestrial dari Sirius.
        Percobaan itu tidak dilakukan di sini, tapi di Sirius. Setelah berhasil, hibrida-hibrida yang

        kemudian jadi nenek moyang kita dibawa kembali ke Bumi.”

          Bu  Aminah  ternganga.  Begitu  juga  teman-teman  sekelasku.  Aku  pikir  mereka  serius
        mendengarkan, maka aku pun melanjutkan dengan percaya diri.

          “Sejumlah manusia ada yang disimpan di Sirius, di sebuah tempat bernama E.DIN. Di
        E.DIN,  manusia  secara  nggak  sengaja  mengetahui  rahasia  tentang  reproduksi.  Itulah
        simbol dari buah terlarang yang dimakan Hawa, yakni pengetahuan reproduksi. Dengan
        pengetahuan  itu,  manusia  berkembang  biak  sendiri  di  luar  kendali  penciptanya.  Sejak
        itulah kemudian manusia diusir dari E.DIN dan dipulangkan ke Bumi.”


          Saking  bersemangatnya,  aku  tak  lagi  memperhatikan  seisi  kelas.  Aku  terus  bercerita,
        “Versi lain bilang, legenda manusia pertama sebetulnya terjadi di Bumi. Eden atau Edin
        itu tempat yang memang betulan ada, semacam perkebunan yang sangat maju di daerah
        Pegunungan Kurdistan.  Nah,  jauh  sebelum  itu,  pernah  ada  peradaban  yang  lebih  maju
        daripada peradaban kita sekarang, di suatu tempat namanya Atlantis. Peradaban itu hampir
        punah gara-gara bencana alam. Orang-orang Atlantis yang selamat tersebar ke beberapa
        tempat  di  Bumi.  Mereka  lalu  bertemu  dengan  peradaban  lain  yang  lebih  terbelakang.

        Orang-orang turunan Atlantis itu jadi dianggap seperti malaikat, atau dewa, atau Tuhan.
        Beberapa  dari  orang-orang  Atlantis  itu  memutuskan  untuk  berbaur  dengan  masyarakat,
        menyebarkan ilmu yang mereka punya. Nah, kenapa di legenda itu jadi dianggap dosa?
        Karena terjadi perkawinan antara orang-orang dari peradaban maju dan yang terbelakang.
        Nggak  semuanya  setuju,  Bu.  Mereka  malah  dianggap  pengkhianat.  Pihak  yang  nggak

        setuju  itu  akhirnya  menciptakan  legenda  tentang  ular  penggoda,  dosa  pertama,  dan
        seterusnya.  Itulah  yang  bertahan  di  kitab  agama-agama  Samawi.  Seperti  yang  Ibu
        ceritakan tadi.”

          Di  ujung  kalimatku,  barulah  kutersadar,  mata  Bu  Aminah  berkaca-kaca.  “Dari  mana
        kamu baca itu semua?” tanyanya dengan suara tertahan.

          “Ayah saya yang tulis, Bu.”

          Tubuh Bu Aminah tampak gemetar, tangannya mengacung ke arah pintu. “Keluar kamu,
        Zarah.”

          Giliranku yang ternganga. Kupikir mereka menikmati cerita tadi.





        Besoknya, Ibu kembali menghadap Pak Yusuf. Menurut kepala sekolahku itu, Bu Aminah
        sangat marah. Kata Bu Aminah, aku telah melakukan penghinaan besar atas dirinya, atas
        Al-Quran, dan atas Islam. Bu Aminah memintaku diskors.

          Panik, Ibu lantas memohon beribu maaf dan menjelaskan ini-itu, antara lain kurangnya
        pendidikan agama di rumah selama ini akibat metode pengajaran Ayah.
   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61