Page 120 - SENI BUDAYA KLS 9 - BUKU GURU
P. 120

smpyapiaparung ©®
   smpyapiaparung ©®


                     2.  Peserta didik setelah melakukan pengamatan dapat bereksplorasi
                         dengan melakukan olah rasa, baik seperti hasil pengamatan
                         maupun bisa mengikuti langkah-langkah yang ada dalam buku
                         siswa.

                     3.  Peserta didik dapat mengomunikasi olah rasa dengan cara
                         memperagakan.


                   Proses Pembelajaran  III


                     1.  Lakukan latihan olah rasa ini mulai dari konsentrasi, kemudian
                         diteruskan dengan latihan imajinasi dan latihan ingatan emosi.
                     2.  Latihan olah rasa bisa mengikuti instruksi yang ada dalam buku
                         ini atau bisa menggunakan sumber yang lain.
                     3.  Lakukan latihan ini dengan cara bertahap dan jangan terburu-
                         buru.

                     4.  Mintalah bimbingan gurumu bila ada instruksi latihan ini yang
                         belum kamu pahami atau belum dimengerti.

                     5.  Diskusikan hasil latihanmu dengan teman-temanmu dan guru
                         pembimbingmu.
                     6.  Mintalah evaluasi dari guru pembimbingmu maupun teman-
                         temanmu tentang latihan yang kamu lakukan.


                  7. Konsentrasi


                     Pengertian konsentrasi secara harfi ah berarti memusatkan pikiran
                 pada sesuatu, sehingga dalam konsentrasi, ada sesuatu yang menjadi
                 pusat perhatian. Makin menarik pusat perhatian tersebut, makin sanggup
                 ia memusatkan perhatian. Pusat perhatian seorang pemeran adalah
                 sukma atau jiwa peran atau karakter yang akan kita mainkan. Segala
                 sesuatu yang mengalihkan perhatian ataupun yang mempengaruhi
                 konsentrasi seorang pemeran atas karakter yang dimainkan, cenderung
                 dapat merusak proses pemeranan. Maka konsentrasi menjadi sesuatu
                 sangat perlu untuk pemeran.
                     Tujuan dari konsentrasi ini adalah untuk mencapai kondisi kontrol
                 mental maupun fi sik di atas panggung. Ada korelasi yang sangat dekat
                 antara pikiran dan tubuh. Seorang aktor harus dapat mengontrol
                 tubuhnya setiap saat dengan pengertian atas tubuh dan alasan bagi
                 perilakunya. Langkah awal yang perlu diperhatikan adalah mengasah




                                                                           Seni Budaya       109
   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124   125