Page 7 - E-MODUL_MEKANIKA_ANALITIK
P. 7

 HUBUNGAN PERSAMAAN LAGRANGE DAN HAMILTON


                                                            H = Persamaan Hamilton (jumlah energi kinetik
                                                            dengan energi potensial suatu beda )
                                                            L = Persamaan Lagrange (selisih energi kinetik
                                                            dengan energi potensial suatu beda )
                                                            p = Momentum umum (momentum umum yang
                                                            terkait koordinat umum yang bersangkutan )
                                                            q = Koordinat umum (koor. Polar,
                                                            silinder,bola,kartesius, dll)

                   Dari ketiga poin diatas, dapat disimpulkan bahwa, pada pembelajaran mekanika analitik
                   ini, terdapat 3 persamaan yang menjadi fokus utama (yang digunakan), yaitu

                           LAGRANGE             L = K − U



                           HAMILTON             H = K + U



                          LAGRANGE +
                           HAMILTON            H =    p q  k  − L
                                                        k





                   Studi Kasus ………………………


                                                      KASUS 1
                         Diberikan dua buah titik dalam sebuah bidang, lalu tentukan lintasan
                              terpendek di antara kedua titik tersebut ! ( John.R.T 216)


                                                                            Gambar di samping menunjukkan dua
                                                                        buah titik (x1,y1) dan (x2,y2) dan sebuah
                                                                        lintasan dengan persamaan y = y(x) yang
                                                                        menghubungkan kedua titik tersebut.


                                                                            Tugas dari kasus ini adalah bagaimana
                                                                        kita menemukan jalur y(x) terpendek,
                                                                        yang secara logika dan fakta membentuk
                                                                        garis lurus.


                   Sedangkan dapat kita asumsikan, bahwa jarak terpendek dari lintasan tersebut adalah
                   ds.
                                            Sehingga panjang ds dapat kita tuliskan
                                   ds

                         dy                         ds =   dx + dy  2
                                                              2

                             dx




                                                            5
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12