Page 223 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 223
Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
C. Manajemen Kelas
1. Urgensi Manajemen Kelas
Kelas merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam pem-
belajaran formal, seolah-olah tiada belajar tanpa kelas. Za-
man dahulu, orang belajar dalam kehidupan sehari-hari tanpa
kelas. Misalnya, belajar pertanian, dahulu mereka secara turun
temurun dapat mengolah tanah, menanam, merawat sampai
panen. Nelayan, anak-anak nelayan belajar tanpa kelas, tetapi
mahir dalam menangkap ikan, begitu juga dengan penenun
dan pemahat. Semuanya melalui rangkaian pembelajaran
dengan praktik tanpa kelas, hasilnya, lebih mudah difahami
dan langsung dapat hasil belajar dan mampu mempraktikkan.
Dengan demikian, pembelajaran tidak tergantung pada ruang
kelas.
Tetapi jika kelas dimaknai sebagai kelompok, kelas terse-
but bermakna kelas dalam kelompok pembelajaran. Misal nya,
kelas biologi, agama, dan pertanian (sekelompok orang yang
belajar materi biologi, agama, pertanian) yang pelaksanaan
pembelajarannya dapat dilakukan di ruang terbuka, halaman
sekolah, perputakaan, pinggir pantai, kebun, sawah, masjid,
dan lain sebagainya. Jika kelas di maknai demikian, maka
manajemen kelas terbatas pada bagaimana mengelola pem-
belajaran, mulai persiapan mengajar, pelaksanaan, eva luasi
pembelajaran, dan laporan hasil pembelajaran yang intinya
bagaimana seorang guru mampu menyampaikan pembelaja-
ran, siswa mampu memahami, dan hasilnya maksimal.
Saat ini, lembaga pendidikan bersaing untuk meningkat-
kan pemenuhan prasarana belajar berupa ruang kelas bagi
siswa. Biasanya, berupa gedung, ini berarti sarana kelas seba-
gian besar digunakan untuk belajar teori untuk melaksanakan
pembelajaran, guru menyampaikan pelajaran, siswa mende-
221

