Page 224 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 224

Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam



            ngarkan, dan menerima pelajaran. Kelas ini menjadi pokok
            dalam pembelajaran. Di dalam kelas, siswa menjadi semangat,
            rajin, senang, dan gembira atau justru siswa menjadi murung,
            kurang senang, atau malas, ngantuk, ngobrol sendiri, dan
            lain-lain. Hasil pembelajaran di kelas akan menjadi lebih
            maksimal jika ditambah praktik dan sekali-kali menggunakan
            strategi pembelajaran di ruang kelas.
               Karena kelas dijadikan interaksi belajar paling banyak di-
            banding di luar kelas, maka diperlukan  manajemen kelas.
            Begitu besarnya peran kelas dalam pembelajaran, maka pe-
            ngelolaan kelas harus serius dan dikelola dengan penuh ke-
            sungguhan guna mewujudkan tujuan pembelajaran yang
              efektif. Selain itu, siswa mudah memahami, gembira, sema-
            ngat, siap menerima pelajaran, dan bersungguh-sungguh da-
            lam pembelajaran yang akhirnya memiliki output yang mam-
            pu melaksanakan sesuai tujuan pembelajaran, bahkan mampu
            mengembangkannya sendiri demi kebaikan dan kemaslahatan
            dirinya, keluarga, agama, dan negara, serta mampu menjaga
            diri dan keluarga serta masyarakat dari api neraka, menuju
            bahagia di dunia dan akhirat.

               2.  Pengertian Manajemen Kelas
               Banyak pakar mendefinisikan manajemen kelas, di an-
            taranya:
               1.  Menurut E.C. Wragg, manajemen kelas adalah kegia-
                  tan pengelolaan perilaku murid-murid, sehingga mu-
                  rid-murid dapat belajar (Tim Dosen, 2009: 107).
               2.  Menurut Alam S., manajemen kelas adalah rentetan ke-
                  giatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahan-
                  kan organisasi kelas yang efektif, yaitu meliputi tujuan
                  pengajaran, pengaturan waktu, pengaturan ruangan
                  dan peralatan, serta pengelompokan siswa dalam belajar
                  (Tim Dosen, 2009: 107).


        222
   219   220   221   222   223   224   225   226   227   228   229