Page 124 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 124
Bab 7 Anatomi Fisiologi Sistem Pencernaan 107
sfingter bawah meningkat. Ada efek cubitan tambahan oleh serat otot diafragma
yang berkontraksi (Waugh and Grant, 2004).
Gambar 7.7: Esofagus (Guyton and Hall, 2006)
7.1.5 Lambung
Lambung adalah bagian saluran pencernaan yang melebar berbentuk huruf J
yang terletak di daerah epigastrium, umbilikal, dan hipokondrium kiri rongga
perut. Lambung bersambung dengan esofagus di sfingter jantung dan dengan
duodenum di sfingter pilorus, memiliki dua lengkungan. Lengkungan minornya
pendek, terletak pada permukaan posterior lambung dan merupakan kelanjutan
ke bawah dari dinding posterior esofagus. Tepat sebelum sfingter pilorus
melengkung ke atas untuk melengkapi bentuk J. Di mana esofagus bergabung
dengan lambung, daerah anterior membentuk sudut tajam ke atas, melengkung
ke bawah membentuk kurvatura mayor kemudian sedikit ke atas menuju
sfingter pilorus. Ketika lambung tidak aktif, sfingter pilorus akan berelaksasi dan
terbuka dan ketika lambung berisi makanan, sfingter pilorus tertutup (Waugh
and Grant, 2004).
Lambung terletak di kuadran kiri atas rongga perut, di sebelah kiri hati dan di
depan limpa. Meski merupakan bagian dari saluran pencernaan, lambung
bukanlah sebuah tabung, melainkan sebuah kantung yang memanjang dari
kerongkongan hingga usus kecil. Karena merupakan kantung, lambung
merupakan tempat penyimpanan makanan, sehingga pencernaan berlangsung
secara bertahap dan kita tidak harus makan terus-menerus. Pencernaan mekanik
dan kimiawi terjadi di lambung. Bagian-bagian lambung ditunjukkan pada

