Page 123 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 123

106                                                 Anatomi Fisiologi






















                   Gambar 7.6: Faring dan proses menelan (Waugh and Grant, 2004)

              7.1.4 Esofagus (Kerongkongan)

              Esofagus  merupakan  saluran  pencernaan  setelah  mulut  dan  faring,  Sekresi
              esofagus bersifat mukoid, berfungsi memberikan pelumas untuk pergerakan
              makanan melalui esofagus, Pada esofagus banyak terdapat kelenjar mukosa
              composita. Untuk Mencegah erosi mukosa oleh makanan yang baru masuk,
              kelenjar  composita  pada  perbatasan  esofagus  dengan  lambung  melindungi
              dinding esofagus dari pencernaan getah lambung (Syaifuddin, 2016).
              Kerongkongan memiliki panjang sekitar 25 cm dengan diameter sekitar 2 cm,
              terletak  pada  bidang  median  toraks  di  depan  kolumna  vertebralis  bagian
              belakang trakea dan jantung. Esofagus kearah atas berhubungan dengan faring
              dan terletak tepat di bawah diafragma, sampai ke lambung. Ini melewati antara
              serat otot diafragma di belakang tendon sentral pada tingkat vertebra toraks ke-
              10. Segera kerongkongan telah melewati diafragma, ia melengkung ke atas
              sebelum membuka ke perut. Sudut tajam ini diyakini sebagai salah satu faktor
              yang mencegah regurgitasi (aliran balik) isi lambung ke kerongkongan. Ujung
              atas dan bawah esofagus ditutup oleh otot sfingter. Sfingter krikofaringeal atas
              mencegah  udara  masuk  ke  kerongkongan  selama  inspirasi  dan  aspirasi  isi
              esofagus. Sfingter esofagus bagian bawah atau jantung mencegah refluks asam
              lambung ke dalam esofagus. Tidak ada penebalan otot sirkular di daerah ini dan
              oleh karena itu sfingter ini bersifat 'fisiologis', yaitu daerah ini dapat bertindak
              sebagai  sfingter  tanpa  adanya  gambaran  anatomis.  Ketika  tekanan
              intraabdominal meningkat, misalnya selama inspirasi dan defekasi, tonus otot
   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128