Page 129 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 129
112 Anatomi Fisiologi
kolon dan membatasi pergerakan isi kolon ke belakang ke dalam ileum. Ini
mencegah bakteri dari usus besar menjajah bagian akhir dari usus kecil
(Widmaier, Raff and Strang, 2019).
Gambar 7.10: Bagian-bagian Usus Besar (Waugh and Grant, 2004), (Peate
and Nair, 2015)
Apendiks adalah penonjolan kecil seperti jari yang memanjang dari sekum dan
dapat berpartisipasi dalam fungsi kekebalan dan berfungsi sebagai reservoir bagi
bakteri sehat ketika penyakit mengubah populasi bakteri di usus besar. Usus
besar terdiri dari tiga segmen yang relatif lurus, bagian asendens, transversal,
dan desendens (Widmaier, Raff and Strang, 2019).
Kolon asendens berjalan ke atas dari sekum ke arah hati kemudian melengkung
tajam kekiri di fleksura hepatik untuk menjadi kolon transversum. Kolon
transversal adalah lengkung usus besar yang memanjang melintasi rongga perut
di depan duodenum dan lambung ke daerah limpa di mana ia membentuk
fleksura limpa (splenik) dan melengkung tajam ke bawah menjadi kolon
desendens. Kolon desenden melewati sisi kiri rongga perut kemudian
melengkung ke arah garis tengah. Setelah memasuki panggul sejati dikenal
sebagai kolon sigmoid. Kolon sigmoid menggambarkan kurva berbentuk S di
panggul kemudian berlanjut ke bawah menjadi rektum. (Waugh and Grant,
2004).
Rektum merupakan lanjutan dari kolon sigmoid yang menghubungkan
intestinum mayor dengan anus sepanjang 12 cm, Dimulai dari pertengahan
sekum dan berakhir pada kanal anus (Syaifuddin, 2016). Lumen rektum, yang
lebih lebar, menyediakan reservoir untuk bahan feses, sebelum buang air besar.
Sekum membentuk kantong buntu di bawah persimpangan usus kecil dan usus
besar. Apendiks adalah penonjolan kecil seperti jari dari ujung sekum fungsinya
tidak diketahui pada manusia, memiliki dinding tebal dan lumen yang sangat
sempit. Kanal anus adalah bagian terminal rektum. Panjangnya sekitar 3,8 cm

