Page 102 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 102

IntelIgensI embun PagI

           mereka petunjukku yang berikut? Atau justru musuh yang harus

           kuhindari? Gio mencoba berkalkulasi dalam hati.
              “Nah, bagaimana kalau ternyata sang Cyber Avatar adalah
           salah satu dari mereka? Pilihan kami jelas Bintang Jatuh.
           Tokoh yang nggak terikat, profesinya nggak terduga, dan kisah

           hidupnya, apa pun itu karena belum kami tuliskan, pasti punya
           faktor-faktor pemicu luar biasa,” lanjut Reuben.
              “Kalian mungkin belum kenal Diva sejauh itu, dan saya
           yakin info ini tidak akan ada di tabloid atau koran. Diva
           memang punya profesi ganda.” Gio menghentikan kalimatnya
           karena satu kata itu masih berat untuk ia ucapkan.

              “Serius?” desis Reuben.
              “Salah satu yang termahal, kata orang-orang.  Tarifnya
           bahkan pakai dolar.”
              “Oke. Ini sudah keterlaluan anehnya,” sahut Dimas.

              “Persis. Kejadian-kejadian ini nggak mungkin terjadi acak,”
           balas Gio.  “Pikiran saya bolak-balik ke Supernova. Kalau
           newsletter itu masih ada sampai sekarang, berarti ada orang lain
           yang meneruskan. Seperti kalian bilang tadi, Supernova bisa
           jadi bukan cuma satu orang. Mungkin nggak kita menyelidiki

           identitas orang di balik Supernova?”
              Reuben  memutar  tubuhnya menghadap  Dimas. “Kenapa
           kita nggak melakukannya dari dulu, he? Kita kelamaan terlena
           jadi penonton pasif yang cuma menunggu dikontak. Ini

           harusnya jadi misi baru kita, Dimas.” Reuben pun menyalami



                                                                  87
   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107