Page 101 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 101

Keping 51


           orang katanya tiba di ‘tempat’ yang sama. Ayahuasca punya

           karakteristik dimensi yang spesifik.”
             “Mungkin benar. Saya memang lihat ular dan makhluk-
           makhluk lain yang saya nggak yakin ekstraterestrial atau
           bukan. Sori, saya baru sekali mencoba. Pengalaman saya

           pastinya nggak seluas mereka yang sudah mencoba Ayahuasca
           berkali-kali.”
             “Reuben,” Dimas meningkatkan volume suaranya, “kembali
           ke cerita kita.”
             “Ah, ya. Di cerita kami, ada tokoh yang kami sebut Bintang
           Jatuh. Perempuan cantik, peragawati terkenal, seperti Diva.

           Bedanya, tokoh kami punya profesi sampingan sebagai
           pelacur.”
             Kalimat Reuben menancap Gio bagai lesatan panah.
               “Cerita  itu  sudah  lama  tamat  tapi  masih  terus  kami

           perbaiki. Nggak tahu bakal jadi apa. Dimas yakin cerita itu
           bisa diterbitkan. Aku yakin cerita itu bisa jadi diktat kuliah
           yang menarik. Mengemas fusi antara sains dan spiritualitas
           dalam bentuk fiksi. Bisa jadi terobosan di dunia akademis,
           kan? Aku yakin mahasiswaku nggak bakalan ngantuk. Nah,

           sejak kontak dari Supernova, aku dan Dimas merevisi plot
           kami. Ada tiga tokoh utama yang kami bikin: Kesatria, Putri,
           dan Bintang Jatuh.”
             Bintang Jatuh? Gio semakin yakin Diva mengarahkannya

           kepada Reuben dan Dimas untuk sebuah maksud. Mungkinkah



           86
   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106