Page 97 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 97
Keping 51
sudah menunggu. Dia bilang, kami ini kandidatnya, orang-
orang yang dia bisa percaya. Kami masih terdaftar sampai hari
ini. Tapi, tidak pernah lagi Supernova mengungkit soal itu.
Kami bertanya, tidak ditanggapi. Akhirnya, ya sudah, kami
ikuti saja newsletter-nya dengan pasif. Sampai e-mail dari
kamu masuk. Kami nggak kenal Diva, tapi begitu ada kata
Supernova disebut, dan mengingat bagaimana Supernova
pertama kali mengontak kami, rasanya ada yang harus kami
selidiki.”
“Kalian menduga Diva adalah Supernova?”
Dimas dan Reuben berpandangan.
“Kecurigaan ke arah sana ada,” jawab Reuben, “masalahnya,
sampai hari ini newsletter Supernova masih berjalan. Kalau
Diva memang hilang, ya, bisa jadi bukan dia orangnya.”
“Atau Supernova memang lebih dari satu orang,” sahut
Dimas. “Diva mungkin pernah jadi salah satunya.”
Mendengar itu semua, Gio tersadar betapa misteriusnya
perempuan bernama Diva Anastasia. Diva kerap berseloroh
bahwa Gio adalah satu-satunya pria yang diizinkan masuk ke
ruang tamunya, sebuah ironi mengingat profesi sampingan
Diva yang mengharuskan ia berada di tempat tidur dengan
banyak pria. Diva sanggup membuat Gio merasa khusus,
tapi kenyataannya Diva tetap membentengi dirinya dengan
tembok tinggi yang tak bisa Gio masuki. Berbicara dengan
Reuben dan Dimas membuat Gio merasa lebih terasing.
82

