Page 99 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 99

Keping 51


             Gio menahan mok hangat itu dalam genggaman.
           Kunjungannya mungkin harus dimulurkan beberapa teguk

           lagi.
             “Supernova mengontak kami nggak lama setelah kami
           selesai menulis sebuah cerita. Fiksi. Tentunya yang menulis
           adalah Dimas dan saya konsultan teknis.” Reuben berdeham.
           “Kami menulis tentang figur yang persis Supernova. Kami

           menyebutnya sang Cyber Avatar. Avatar modern yang
           bisa diakses lewat internet, yang pemikiran-pemikirannya
           mengubah hidup banyak orang. Nah, kamu bisa bayangkan
           betapa kagetnya kami waktu Supernova tahu-tahu mengontak?
           Hanya beberapa saat setelah kami selesai menulis cerita
           itu?  Sebelumnya,  kami  bahkan  belum  tahu  soal  keberadaan
           Supernova.  Anehnya  lagi,  hanya  alamat  e-mail  Dimas  yang
           terdaftar, tapi ketika kami chatting, dia seperti tahu kami itu

           berdua. Gila. Itu kayak momen DMT,” lanjut Reuben.
             “DMT?” Tubuh Gio semakin condong ke depan.
             “Dimetiltriptamin. Istilah  saya  pribadi. Eh, bukan
           dimetiltriptamin-nya, tapi ‘momen DMT’. Artinya….”
             “Sepuluh menit lagi kamu ngobrol dengan Reuben, lama-

           lama kamu biasa,” sela Dimas.
             “Molekul Spirit,” kata Gio.
             Reuben  tertegun  menatap  Gio.  “Kamu  baca  Rick
           Strassman? The Spirit Molecule?”
             Gio cepat menggeleng. “Teman saya pernah menyebutnya
           begitu. Saya cuma tahu sedikit sekali tentang DMT.”



           84
   94   95   96   97   98   99   100   101   102   103   104