Page 108 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 108

IntelIgensI embun PagI

           Toni meraih ponsel dan memencet sederet nomor yang

           dihafalnya di luar kepala. Nomor itu berganti seminggu sekali
           dan tidak boleh dicatatkan di daftar kontak. Toni harus senam
           otak untuk menghafal nomor baru setiap minggunya.
              Setelah  terdengar  beberapa  kali  nada  sambung,  suara

           seorang pria menyapanya pendek, “Ya?”
              “Gio Clavis Alvarado. Nama kode Kabut.”
              “Ada apa dengan dia?”
              “Dia masuk ke perimeterku.”
              “Hmm.  Di  luar  rencana.”  Pria  di  ujung  telepon  terdiam
           sesaat. “Tidak fatal. Aku tidak melihat potensi masalah.”

              “Masalahnya, dia mendatangi pamanku. Mereka minta
           tolong aku menyelidiki identitas Supernova. Pamanku sudah
           terlalu dekat ke kisi. Posisiku jadi serbasalah. Ada saran?”
              “Semua blunder Bintang Jatuh tidak terkalkulasi dalam

           rencana. Kita hanya bisa berhitung dan berimprovisasi sebaik
           mungkin. Termasuk kamu. Ikuti kata hatimu saja, Toni. Ada
           masalah lain yang lebih genting.”
              Kata hati? Toni sama sekali tidak mengharapkan nasihat
           abstrak. Tidak dari dia. “Menghitung risiko bukan job desc-ku.

           Itu jatah kalian. Katakan ‘boleh’ atau ‘nggak boleh’, ‘ya’ atau
           ‘tidak’. Jangan suruh aku pakai kata hati.”
              Telepon itu diputus oleh lawan bicaranya.
              Kampret, maki Toni dalam hati.






                                                                  93
   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112   113