Page 152 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 152

IntelIgensI embun PagI

           membukakan pagar. Semilir angin menggiring asap dupanya
           ke penciuman Mi’un. Perlahan, Mi’un melangkah masuk.

              “Kita ngobrol di dalam saja?” tanya Bodhi kepada Mi’un
           yang kini bergabung ke balik pagar.
              “BODHI!” Terdengar teriakan dari jalan.
              Bodhi tersentak dan segera keluar melihat ke trotoar. Di
           dekat  sedan  berpelat  nomor B  yang  terparkir di kejauhan

           berdirilah seorang pemuda tinggi yang tak dikenalnya.
              “Tree of Life!” teriak orang itu lagi.
              Sesaat Bodhi termenung. Bagaimana mungkin orang yang
           tak dikenal tiba-tiba meneriakkan “Tree of Life” kepadanya
           seolah orang itu tahu makna kata-kata itu baginya? Sekali
           lagi, orang itu memanggil namanya dan meneriakkan hal yang
           persis sama.
              “Bodhi,” panggil Sati. Nada itu sedikit lebih keras. “Mari,

           ngobrol di dalam saja.”
              Bodhi melihat sepintas ke arah orang yang memanggilnya.
           Tidak ada tanda orang itu akan mendekat. Namun, sakit
           kepala  yang tiba-tiba menyerang cukup  menjadi pertanda
           bagi Bodhi. Intuisinya kembali mengambil alih. “Permisi, Bu.

           Saya harus ke sana sebentar.” Dengan langkah bergegas Bodhi
           menyusuri trotoar.
              Mi’un cepat menyusul. “Mangga, Bu Sati. Salam buat Etra!”
           serunya sambil berlalu.
              Sati  terdiam di  tempatnya berdiri.  Kakinya tak bisa
           melangkah lebih jauh. Dupa di tangannya padam. Ada



                                                                 137
   147   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157