Page 153 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 153

Keping 55


           kekuatan tak terlihat yang menahannya. Sati tahu dari mana
           sumber kekuatan itu berasal. Bodhi dijaga dari kejauhan oleh

           dua Infiltran, Sati bisa membauinya seperti hiu mencium
           amis darah. Sati pun sadar, kali ini ia tidak cukup kuat untuk
           melawan. Peretas berkode Akar menggelincir dari tangannya.







           Alfa  menyambut  Bodhi  dan  Mi’un  yang  datang  setengah
           berlari. Sigap, Alfa membukakan pintu. Mesin mobil sudah
           menyala.
             “Bodhi. Hai,” sapa Alfa dengan sama rusuhnya, “kita nggak
           punya banyak waktu. Saya jelaskan sambil jalan.”
             Begitu ketiganya masuk, mobil itu pun langsung bergerak.
             Sebelum Bodhi sempat bersuara, ponsel Alfa sudah keburu

           berdering. Alfa cepat mengangkat.
             “That was a crazy stunt.”  Terdengar suara Kell.  “Kamu
           seharusnya nggak keluar dari mobil. Kamu tahu betapa tipisnya
           selisih waktu kita barusan? Sekarang Sarvara kedua sudah
           masuk ke perimeter energi kami. Dalam kondisi berimbang

           sekalipun, kalian belum tentu bisa lolos.”
             “But  it  worked, didn’t  it?” balas Alfa.  “Nggak ada cara
           lain untuk mengalihkan dia dari rumah itu. Aku juga nggak
           mungkin mendekat.”
             “I hope you stay this lucky, Sagala,” sahut Kell. “See you at the
           nerd headquarter.”



           138
   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158