Page 157 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 157

Keping 55


           pencarian yang melibatkan detektif swasta dan berujung pada

           ditemukannya sketsa wajah Ishtar hasil unggahan Bodhi.
             “Aku lihat foto-foto tato buatan kamu yang lain. Style-nya
           mirip. Garis-garisnya persis sama. Nggak mungkin salah,”
           jelas Alfa. “Dia yang minta ditato waktu itu?”

             “Memaksa, tepatnya,” sahut Bodhi. “Kami lumayan lama
           menginap sekamar di Bangkok. Saya baru belajar bikin tato
           waktu itu.”
             “Menginap sekamar?”
             “Bareng enam orang lain. Akomodasi backpacker.”
             “Oh,” gumam Alfa. Ia sudah mendengar sebagian kisah

           perjalanan Bodhi di Bangkok dari Kell. Mendengarkan
           langsung dari sumbernya ternyata memberikan sensasi yang
           berbeda. Rasa penasaran yang berbeda. Seniman tato di
           sebelahnya itu tidak tahu betapa menghantuinya tato yang ia

           buat, tato yang akan memaksa siapa pun untuk membayangkan
           proses pembuatannya. Alfa yakin semua laki-laki belingsatan
           jika harus merajahkannya untuk Ishtar.  “Kalian berteman
           dekat?”
             “Nggak juga,” jawab Bodhi. Nada itu ragu. Entah bagaimana

           menjelaskan konsep ketidakdekatan yang melibatkan ciuman
           sampai pingsan.  Tidak akan ada yang simpel dari seorang
           Ishtar Summer. Bodhi yakin, Alfa pun tahu itu.
             Diam-diam, Alfa mengamati Bodhi. Dirinya dan Bodhi

           tampak  jauh  berbeda.  Kulit  Bodhi  putih  pucat,  tungkai-



           142
   152   153   154   155   156   157   158   159   160   161   162