Page 160 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 160
KEPING 56
Mencerna Kemustahilan
ari sejak batu hitam itu berpindah ke tangan
Bodhi, Alfa seperti ditinggal pergi. Bodhi tampak
Dmengembara ke tempat lain dalam pikirannya
sendiri. Ia terus melihat sekeliling dengan tatapan takjub
macam manusia gua baru melihat peradaban. Bagi Alfa,
bengongnya Bodhi sudah mengkhawatirkan. Ia pun meraih
ponselnya lagi.
“Halo? Kami sebentar lagi sampai. Kamu sudah di sana?”
Suaranya lalu turun ke volume berbisik. “The guy is totally
stupefied. Kayak orang kesambet. Gimana kalau nanti dia
ketemu kamu?”
“Aku sudah lihat simbol ini. Kemarin.” Bodhi berbicara
sambil memainkan batu di tangannya.
Alfa buru-buru mematikan sambungannya dengan Kell.
“Lihat di mana?”

