Page 161 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 161

Keping 56


             “Tempat itu nggak di sini. Namanya Asko.”
             Alfa   terlonjak   dari  posisi  duduknya.    “Kamu…

           elektromagnet? Bukan. Itu pasti Elektra. Petir. Kamu…
           Akar… apa kemampuanmu?”
             “Lihat hantu?” sahut Bodhi, ragu.
             “Kalian berdua masuk ke Antarabhava. Ya, kan?
             “Antara—apa?”

             “Belum pernah dengar istilah itu sebelumnya?”
             Bodhi mengangkat bahu.
             “Peretas? Infiltran?” Alfa mengeja pelan.
             Bodhi masih memberikan ekspresi yang sama.
             “Sarvara?”
             “Itu!” seru Bodhi.
             “Kamu tahu Sarvara?”
             Bodhi menggeleng. “Tapi, aku pengin tahu.”

             “Untung aku sudah biasa presentasi,” ucap Alfa diiringi
           hela napas.







           Gio mengikuti arahan dari setiap orang yang ia tanya sepanjang
           jalan. Alamat yang ia tuju sudah pasti benar. Namun, semua
           petunjuk mengantarkannya ke sebuah rumah kosong.
             Lokasi rumah itu seolah terpisah dari penduduk sekitar.
           Dikelilingi kebun tak terurus yang merengkuh setengah
           lingkaran, rumah mungil itu kian menciut ditelan vegetasi



           146
   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166