Page 164 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 164

IntelIgensI embun PagI

           dalam hidupmu.” Alfa langsung membuang muka ke arah
           jendela, berharap Bodhi tidak lanjut bertanya.

              Mobil yang mereka tumpangi melambat. Di titik tempat
           mobil itu akhirnya berhenti, pahatan bertuliskan Elektra Pop
           di dinding terlihat jelas.
              “Sebentar.” Bodhi menahan Alfa yang seperti ingin buru-
           buru keluar. “Jadi, hanya Peretas yang bisa masuk ke Asko?”

              Alfa mengangguk. “Peretas dalam gugus yang sama.”
              “Kita—di gugus yang sama?”
              “Kalau bukan, nggak mungkin kamu bisa menembus
           Asko,” Alfa menegaskan.
              “Ada satu orang di Asko. Perempuan. Dia bagian dari gugus
           kita juga?”
              “Mungkin.”
              “Mungkin? Tapi, katamu….”

              “Aku juga masih banyak pertanyaan, Bodhi. Yang aku tahu,
           kita semua punya cara berbeda-beda untuk mengakses Asko.”
              “Caramu bagaimana?”
              “Mereka menyebutku Peretas Mimpi. Bisa tebak, kan,
           jalurku lewat mana?” Alfa menjulurkan tangannya lagi, kali ini

           dengan senyum lebar. “Gelombang,” katanya memperkenalkan
           diri.
              Bodhi ikut tersenyum dan menyambut jabat tangan
           Alfa. “Akar,” balasnya. Nama itu bagai satu kepingan puzzle
           yang diletakkan di celah yang tepat, begitu pas ia ucapkan.
           Perkenalan mereka yang kedua ini hangat terasa. Pertemuan



                                                                 149
   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169