Page 166 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 166

IntelIgensI embun PagI

              “Aku tahu yang mana,” kata Bodhi seraya berjalan masuk.
              Alfa menjajari langkah Bodhi. Ia tak tahu bagaimana harus

           mengantisipasi momen ini. Satu-satunya yang terpikir olehnya
           hanyalah mendahului Bodhi membuka pintu.
              Begitu  pintu  besar  itu  membuka,  terdengarlah  suara
           seseorang yang tumpang-tindih dengan bunyi tembakan dan
           musik kencang. “Alfa! This place is so damn cool!”

              Langkah Bodhi melambat. Ia kenal suara itu. Satu langkah
           lagi ke depan dan pandangannya pun tertumbuk kepada
           seseorang yang bersila di atas sofa sambil memegang joystick.
           Pendar dari layar besar menerangi wajahnya.
              Alfa  menutup  pintu  besar  di  belakangnya  bersamaan
           dengan Kell yang meletakkan joystick di meja, bersisian dengan
           mangkuk kosong bekas menyeduh mi instan. Permainan itu
           berhenti.

              Ruang berinstalasi peredam suara itu seketika menyuguhkan
           hening yang tebal, yang justru membuat pertanyaan-
           pertanyaan tak terucap bergaung nyaring.
              “Ternyata benar,” desis Bodhi,  “kamu bisa kembali.
           Keparat.”

              “That’s it?” Kell membelalak. “Aku nggak perlu membuktikan
           apa-apa lagi?” Kell menyibak relung di dadanya tempat tato
           Bodhi tertoreh. “Tahu gitu aku nggak perlu mempertahankan
           tato bututmu ini!”
              “Bertahun-tahun aku bawa abumu, setan,” Bodhi
           menggeram.



                                                                 151
   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171