Page 169 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 169

Keping 56


             Pemuda itu menggeleng.  “Liong,” ia meralat,  “sekarang
           cukup panggil aku Liong.” Ia merapatkan kaki, mengepalkan

           tangannya di depan dada, lalu menjura kepada Bodhi. “Senang
           bertemu denganmu lagi, Bodhi.”
             Dengan gerakan lemah Bodhi mengibaskan tangan Alfa.
           Sempoyongan, ia berjalan ke pintu dan keluar tanpa menoleh
           lagi. Tidak ada yang mencegahnya. Semua tahu Bodhi sedang

           membutuhkan  ruang  yang  lebih besar  untuk mencerna
           kemustahilan.







































           154
   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174