Page 167 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 167

Keping 56


             Alfa menanti  dengan  tegang. Ia sudah  pernah terlibat

           duel dengan Sarvara. Ia juga sudah pernah menyaksikan
           pertempuran  antara  Sarvara  dan  Infiltran. Tidak  pernah  ia
           bayangkan apa jadinya kalau Infiltran duel dengan Peretas.
             “Salahmu sendiri terlalu sentimental. Sudah kubilang kamu

           akan melahirkanku lagi,” sahut Kell seraya bangkit berdiri.
             “Fuck you.”
             “Miss you, too.”
             “Kamu memang taik!  Taik paling taik!” Kepalan Bodhi
           meluncur ke tubuh Kell.
             Kell tak menangkis. Jurus Bodhi mendarat telak di ulu

           hatinya, mendorongnya kembali terkapar di sofa dengan keras.
           Kell meraba dadanya yang nyeri. “Segitu doang kangennya?”
           ucapnya tersengal.
             Bodhi merangsek maju. Alfa langsung menahannya sekuat

           tenaga. Bodhi lebih tangguh dan beringas daripada estimasinya.
           Dari cara Bodhi memukul, terlihat jelas ia menguasai ilmu
           bela diri. Manusia pucat dan rapuh itu ternyata menyimpan
           kejutan.
             “Bodhi, sudah!” tukas  Alfa.  “Dude, I thought Infiltrants

           should know how to fight,” katanya kepada Kell.
             “Aku  sengaja,  biar  dia  puas,”  ujar  Kell  sambil  berupaya
           duduk. “Karena dia nggak mungkin menghajar yang satu lagi.”
             Terdengar serentet ketukan, dan sebelum ada yang sempat

           bergerak membuka, daun pintu sudah terdorong. Ruang



           152
   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172