Page 223 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 223

Keping 60


           manusia waras yang tertarik melakukannya. Entah Gio adalah

           malaikat atau Gio terikat kontrak darah dengan Paul Daly.
           “Beneran? Nggak merepotkan?”
             “Oke. Aku punya pengakuan.”
             Jantung Zarah terasa berhenti satu degup.

             “Di sini, aku pengangguran. Ada orang-orang yang harus
           aku temui, cuma belum jelas. Besok aku nggak tahu harus
           ngapain. Daripada nggak berguna di rumahku, mungkin lebih
           baik aku berguna di rumahmu,” Gio menjelaskan.
             Paul,  batin Zarah. Ia semakin yakin ada kesepakatan
           tertentu antara Gio dan Paul. Paul Daly mampu membelokkan

           lokasi tugas Zarah semudah menjentikkan jari. Paul mampu
           melacak kamera antik yang jejaknya sudah beku bertahun-
           tahun. Zarah tahu betapa penting kepulangannya kali ini
           untuk Paul. Totalitas Gio membantu dirinya tak lain adalah

           perpanjangan bayang-bayang Paul Daly yang tak rela melepas
           pengawasannya begitu saja.
             “Bawa baju ganti,” kata Zarah akhirnya.
             “Aku bakal bawa tiga. Paling sedikit. Jam setengah tujuh,
           oke? Aku biasa bangun pagi. Jalanan juga lebih lancar kalau

           berangkat pagi.”
             “Aku bawakan sarapan.”
             “Nggak usah. Aku bawakan roti buatan ibuku. Kamu harus
           coba. Kamu bawa minum saja.”

             “Teh? Kopi?”



           208
   218   219   220   221   222   223   224   225   226   227   228