Page 219 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 219

Keping 60


           kembali ke Indonesia, tahu-tahu membawa pulang tamu asing.

           Seorang laki-laki. Baru saja kenal. Langkah Zarah mendekati
           rumah semakin berat. Semakin dipikirkan, ide itu semakin gila
           rasanya.
             Pintu depan terbuka lebih dulu. Kerongkongan Zarah

           tercekat melihat ibunya muncul.
             “Zarah? Ibu lihat taksi di depan, kirain siapa. Ibu pikir
           kamu bakal pulang sore.” Mata Aisyah tertuju kepada Gio
           yang berdiri di belakang Zarah.
             “Sudah hampir selesai, Bu. Besok disambung lagi. Kenalkan,
           ini teman Zarah. Gio,” ujar Zarah. Ketegangan dalam suaranya

           tidak bisa disembunyikan.
             “Selamat siang, Bu. Saya Gio.” Dengan luwes Gio
           menangkupkan tangan, memberikan hanya ujung jarinya
           untuk bertemu dengan tangan Aisyah yang membalas kaku.

             “Teman dari mana? Dari Inggris? Bisa bahasa Indonesia?”
           tanya Aisyah. Raut wajah Gio yang blasteran membuatnya
           ragu.
             “Saya  dari  Jakarta.  Saya  teman  baik  atasannya  Zarah di
           London.”

             Mendengar kata “atasan”, sikap Aisyah berubah. Kecurigaan
           itu meluntur, berganti segan.
             “Saya diminta atasan Zarah menengok ke Bogor,
           memastikan Zarah sudah sampai dengan selamat, sekaligus

           menyampaikan belasungkawa.” Kalimat Gio meluncur mulus.



           204
   214   215   216   217   218   219   220   221   222   223   224