Page 221 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 221

Keping 60


           depan pintu kamar mandi, Zarah berbisik, “Handuk dan baju

           sudah di dalam.”
             Sigap, Gio menyelinap masuk.
             Zarah langsung kembali ke ruang tamu. Ibunya tengah
           menata cangkir teh dan empat stoples aneka kue kering

           macam menyambut tamu halalbihalal.
             “Bu, kayaknya Gio nggak bisa mampir lama-lama.”
             “Ya, nggak apa-apa. Masa kita nggak suguhi,” balas ibunya.
             “Kak, itu siapa?” tanya Hara dengan mata berbinar.
             “Teman atasan kakakmu di London, Hara. Dikirim untuk
           menengok keluarga kita.” Aisyah lebih dulu menjawab.

             Zarah berharap Operasi Numpang Mandi ini berlalu tanpa
           kecurigaan, tapi ia bisa melihat usaha Hara menahan senyum
           simpul.
             Lima menit berlalu. Zarah mendengar pintu kamar

           mandi terbuka. Sebentar kemudian, Gio muncul di hadapan
           mereka. Mukanya bersih dan segar, rambutnya berkilau kena
           jejak air, dan sablonan foto realistis seraut wajah gorila jantan
           memenuhi badannya dari dada hingga torso.







           Sebotol air minum utuh kembali menjadi buah tangan
           kunjungan Gio. Zarah menyerahkannya dengan muka

           bersalah. “Aku nggak bermaksud mendandanimu jadi gorila.”



           206
   216   217   218   219   220   221   222   223   224   225   226