Page 227 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 227
Keping 60
Memunggungi Sati, Simon berhitung cepat. Sudah cukup
lama ia menyimpan informasi ini sendirian. Kali ini ia harus
mengakui dugaan Sati kemungkinan besar tepat. “Ada satu
Peretas yang masuk ke perimeterku sejak dia masih kecil. Dia
juga baru sampai di Indonesia.”
“Pasti gugus yang ini, Simon. Pasti.” Suara Sati bergetar
menahan emosi yang membuncah.
Tanpa menunggu antaran tuan rumah, Simon berjalan terus
ke depan. “Tenang saja, Sati. Aku belum beli tiket pulang ke
Inggris. Ada beberapa properti lama yang harus kukunjungi.”
“Demi kesenangan?” Sati tak bisa menyembunyikan nada
sinis dalam pertanyaannya.
Simon tak menyahut.
“Simon!” panggil Sati lantang. “Akar menunjukkan sebuah
surat. Infiltran tidak pernah mengontak Peretas-nya lewat
surat. Kamu tahu asal surat itu?”
Tak lama terdengar suara pintu menutup. Sati semakin
yakin Simon menyimpan sesuatu darinya. Cepat atau lambat,
rencana Simon, apa pun itu, akan terkuak.
Sepanjang masanya menjalankan tugas, Simon adalah rekan
yang paling kompeten dan bisa diandalkan. Kemampuannya
beradaptasi dan bersosialisasi adalah kelebihan Simon yang
memampukannya menyusup sangat dalam ke jaringan
Peretas. Dengan lihai dan sabar Simon hadir sebagai sahabat
terbaik, mendukung para Peretas yang selalu bergelut dengan
problem identitas serta kondisi tidak stabil akibat misi dan
212

