Page 229 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 229

KEPING 61




                      Segitiga Supernova












                  emandangan barisan pohon peneduh yang sedari
                  tadi menggawangi ruas jalan tol berangsur menjadi
          Pbangunan tinggi. Beberapa hari saja di Jakarta

           membuatnya semakin menghargai apa yang ia miliki bersama
           Paulo di Cusco. Ketenangan, alam bebas, petualangan.
           Kunjungan singkat ke desa Zarah membangkitkan kerinduan
           itu.
             Memasuki tol lingkar dalam Kota Jakarta, Gio teringat
           bahwa ia belum mengecek ponselnya dari tadi. Intuisinya

           tepat. Ikon amplop sudah bertengger. Pesan baru dari Dimas.
             Gio mengerutkan kening.  Terjadi perubahan lokasi
           pertemuan.  Tertera alamat sebuah gedung perkantoran di
           layar ponselnya. “Pak, kita nggak jadi ke Menteng.”
             “Ke mana jadinya, Mas?”
             “Sudirman.”
   224   225   226   227   228   229   230   231   232   233   234