Page 234 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 234
IntelIgensI embun PagI
Gio memang tidak membutuhkan jawaban Re. Relasi
segitiga Diva-Supernova-Bintang Jatuh menjadi kepingan
yang begitu pas dan masuk akal, menjelaskan banyak hal
tentang Diva yang selama ini cuma menjadi taburan kecurigaan
dan pengamatan diam-diamnya.
“Mas Re, ini Gio. Dia orang yang memimpin tim SAR
pencarian Diva di Peru,” ujar Toni.
“Nama kami tercantum di kontak gawat darurat Diva,
dengan satu tambahan keterangan: Supernova,” Reuben
menambahkan. “Aku dan Dimas nggak kenal Diva. Tapi, kami
berdua pernah dikontak Supernova.”
“Sori, Mas Re. Kalau aku nggak yakin ada sesuatu, nggak
mungkin aku melakukan ini,” kata Toni.
Terlalu banyak dan besar kejutan di pojok kecil itu. Re
terayun dari satu sisi ke sisi lainnya dalam waktu singkat. Garda
pertahanannya amblas seketika, mengubur kekhawatiran
awalnya tentang kerahasiaan Supernova. “Bagaimana hasil
pencarian terakhir?” tanyanya kepada Gio. Nada itu mendesak.
“Pencarian sudah dihentikan. Sudah terlalu lama.” Gio
menggeleng.
Bertepatan dengan itu, beberapa tamu kafe mendekati
tempat mereka, membawa gelas-gelas besar berisi kopi dingin.
Re melirik ke arah tamu-tamu yang membuat area itu tidak
lagi privat. Ia dan Toni tidak pernah melakukan pertemuan
di kantornya. Hampir selalu mereka berkomunikasi hanya
lewat surel atau telepon. Ketika Toni mendesak untuk bisa
219

