Page 241 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 241

Keping 61


             Gio bergumam pendek. Selama lima tahun mengenal
           Diva, mereka hanya bertemu sekali setahun kalau Gio pulang

           ke Indonesia. Ketika Diva menjelajah Amerika Selatan, Diva
           menolak ditemani dan Gio menerima karena mengira Diva
           membutuhkan ruang dan kesendirian. Pencariannya dan Re
           memang sama, tapi hari ini ia harus menerima kenyataan
           bahwa nasibnya berbeda.

             “Apa  mungkin  pencarian  Diva  diteruskan  lagi?  Aku
           bersedia mensponsori….”
             “Musim hujan kali ini berat,” sela Gio.
             “Jadi, benar-benar berhenti begitu saja?”
             “Begitu ada kesempatan untuk bisa mulai lagi, aku pasti
           coba.”
             Re mengangguk. “Kalau kamu butuh bantuan, apa pun….”
             “Pasti kukabari.” Gio beranjak ke arah pintu keluar. Setelah

           beberapa langkah, punggungnya kembali berbalik. “Re. Apa
           yang kira-kira membuat Diva memilihmu, eh, maksudku, apa
           yang membuat kamu memilih meneruskan Supernova?”
             “Aku berutang budi. Supernova pernah membantuku. Bisa
           dibilang, aku berutang kewarasanku.  Waktu Diva meminta

           aku menggantikannya, sama sekali aku nggak ragu. Supernova
           membantu banyak orang. Bagiku, tugas itu seperti panggilan.”
             “Jadi, dia yang minta?”
             “Diva bilang, dia sudah harus pergi. Aku rasa, hidup bebas
           memang selalu jadi tujuan akhirnya. Dia menyebut Supernova
           itu taman kanak-kanak buat yang mau belajar hidup.  TK-



           226
   236   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246