Page 237 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 237
Keping 61
“Remah roti,” gumam Gio. Tatapannya menerawang ke
langit luas yang hanya terpisahkan oleh selapis kaca. “Untuk
menunjukkan lokasi dia yang sebenarnya.”
Semua terdiam, menyimak.
“Bagaimana kalau ternyata dia memang sudah nggak ada
di Amazon? Bagaimana kalau ternyata Diva memang sengaja
menghilangkan diri?” sambung Gio.
“Maksudmu, dia sengaja kabur dari rombongannya, begitu?
Dia pasti butuh transportasi untuk keluar dari hutan. Kamu
harusnya lebih tahu soal-soal seperti itu, Gio,” Re menimpali.
“Diva tidak bodoh dan tidak ceroboh. Kalau ternyata ini
semua adalah rencana seperti yang kamu bilang tadi, Diva
pasti sudah memperhitungkan segalanya. Termasuk daftar
kontak daruratnya, instruksinya, Dimas dan Reuben, aku,
Toni, kamu. Semua petunjuk yang dia tinggalkan membawa
kita ke ruangan ini,” balas Gio.
“Mungkin yang harus kita pertanyakan bukan lokasi Diva,
tapi apa rencana dia?” kata Toni.
“Kamu yang berkomunikasi paling intens dengan dia, Re,”
cetus Reuben. “Rencana itu pernah dia kasih tahu secara nggak
langsung, mungkin?”
“Semua pemikiran di kepalanya diungkapkan terang-
terangan di artikel-artikelnya. Nothing new,” jawab Re.
“Oh, aku nge-fans, by the way,” timpal Dimas, “kalau
ternyata Supernova yang dulu dan sekarang memang beda,
aku nggak merasakan bedanya.”
222

