Page 239 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 239

Keping 61


           petunjuk apa pun yang muncul, jangan ragu hubungi aku,

           Dimas, atau Toni. We’ll all be in touch, right?”
             Re mengangguk.  “Biarpun belum ketahuan hubungan
           persisnya, aku yakin kita semua adalah orang yang dipercaya
           Diva. So, yes, we’ll be in touch.”

             “Makasih  untuk  waktunya,  Mas Re. Kita nggak akan
           ganggu terlalu lama. Aku juga harus balik ke Bandung,” kata
           Toni.
             “Aku yang harusnya berterima kasih, Ton,” sahut Re. Diva
           adalah figur paling penting dalam hidupnya saat ini, dan Toni
           telah memberikannya kelegaan karena kini ia tidak lagi sendiri

           menanggung beban rahasia identitas pencipta Supernova.
           Satu-satu tamunya pun bangkit berdiri. Berjabat tangan dan
           mengucapkan salam perpisahan.
             “Sampai kapan di Indonesia?” tanya Re begitu sampai pada

           giliran Gio.
             “Belum tahu. Mungkin nggak lama lagi.”
             “Aku bisa bicara sebentar? Berdua?”
             Dimas, Reuben, dan Toni berpandangan.
             “Oke. Kami tunggu di luar,” kata Toni lebih dulu.

             Pintu kayu beraksen  garis-garis  metal itu  pun menutup.
           Menyisakan Re dan Gio dalam ruangan.










           224
   234   235   236   237   238   239   240   241   242   243   244