Page 236 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 236

IntelIgensI embun PagI

           termewah yang pernah ia kunjungi. Dan, Re tampak terlalu
           muda untuk itu semua.

              Cerita mengalir bergantian dari Gio, Reuben, dan Dimas.
           Re mendengarkan dengan saksama. “Jadi, namaku nggak ada
           di daftar kontak daruratnya Diva? Hanya Dimas dan Reuben?”
           Reaksi dan pertanyaan pertama Re.
              Gio mengangguk. Ia bisa menangkap kekecewaan di nada

           bicara Re. Dirinya pun sempat mempertanyakan hal yang
           sama.
              “Dua orang yang nggak kenal dia sama sekali.” Dimas
           mengangkat bahu. “Well, aku tahu sih, siapa dia. Reuben yang
           nggak.”
              “Dengan  instruksinya untuk menuliskan  ‘Supernova’ di
           e-mail Gio ke kami, sudah jelas Diva ingin menghubungkan
           kami ke siapa pun yang ada di balik Supernova. Kamu,” kata

           Reuben kepada Re.
              “Sebentar. Kita bisa ketemu karena Toni. Toni satu-satunya
           faktor  yang  bisa  menghubungkan  Supernova  ke  aku.  Dan,
           Toni adalah keponakan Dimas. Apakah mungkin Diva tahu
           soal itu? Atau ini murni kebetulan? Kok, rasanya terlalu….” Re

           berdecak. “Aku sulit terima.”
              “Sinkronisitas?” celetuk Reuben. “Mungkin memang kita
           semua harus ketemu.”
              “Sinkronisitas dan rencana adalah dua hal yang berbeda.
           Aku merasa ini memang rencana,” sahut Re.
              “Untuk apa?” tanya Dimas.



                                                                 221
   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241