Page 262 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 262

IntelIgensI embun PagI

              Alfa mengatur napas sebelum akhirnya melangkahkan kaki
           untuk menyeberang. Jembatan sepanjang tiga puluh meter itu

           menghubungkan mereka ke bukit seberang yang tampak lebih
           gelap karena ditumbuhi rimbunan bambu.
              Di tengah rengkuhan bambu-bambu itu, berdirilah rumah
           joglo model panggung yang tampak sudah berumur. Atapnya
           dilapisi kepingan genting yang muram dimakan cuaca. Pintu

           gebyoknya yang bercat hijau dibiarkan mengusam jadi barang
           antik. Pekarangannya yang luas dan tak berbatas menyatu
           dengan alam sekitar tanpa tanaman hias. Hanya rerimbun
           bambu  wulung  dan rumput liar  yang  menggundul   akibat
           terinjak dan kurangnya paparan matahari.
              “Wow....” Bodhi, yang berjalan di depan Alfa, tahu-tahu
           melambatkan langkahnya. Matanya menangkap rajutan sinar
           halus yang memagari rumah itu seperti perisai cahaya. Rumah

           itu bukan rumah biasa.
              “Kenapa, Bod?” tanya Alfa.
              “Ini baru rumah Infiltran,” gumam Bodhi.
              Kell melirik ke belakang. “Kalau dari tadi matamu sudah
           terbuka, kamu akan lihat sendiri betapa sangarnya rumah Sati.

           Rumah Kas ini didesain untuk memblok mereka, sama seperti
           rumah Sati didesain untuk memblok kami.”
              Dari rapatnya batang hitam bambu wulung, Kas menyeruak.
           “Selamat datang di gubukku.”
              Alfa yang berada di buntut barisan terlonjak kaget. Kulit
           Kas yang gelap membuatnya saru dengan langit magrib.



                                                                 247
   257   258   259   260   261   262   263   264   265   266   267